A fashion designer and textile artist working between indigenous craft traditions and contemporary fashion. Based in Yogyakarta, rooted in the Pustaha manuscripts of North Sumatra — translating ancestral knowledge into garments that carry memory and identity. Desainer mode dan seniman tekstil yang bekerja di antara tradisi kriya lokal dan mode kontemporer. Berbasis di Yogyakarta, berakar pada manuskrip Pustaha Sumatera Utara — menerjemahkan pengetahuan leluhur ke dalam busana yang membawa memori dan identitas.
Rijksakademie Open Studio · Amsterdam · 2025
WorkKarya

Exhibition coordinating personal artworks on Batak cultural heritage — weaving identity, tracing the self.
Pameran karya pribadi tentang warisan budaya Batak — menenun identitas, menelusuri diri.

Presented Batik Manifesto at Wereldmuseum Amsterdam. On view May 2025 – Jan 2027.
Mempresentasikan Batik Manifesto di Wereldmuseum Amsterdam. Mei 2025 – Jan 2027.

Artist in Residence — Pressing Matter. Ritual of Arus Balik with live pustaha writing on laklak.
Artist in Residence — Pressing Matter. Ritual Arus Balik dengan penulisan pustaha di atas laklak.
Read more ↗
Public workshop on reading and writing Batak script at Wereldmuseum Amsterdam.
Workshop publik membaca dan menulis aksara Batak di Wereldmuseum Amsterdam.
Read more ↗
Weaving workshop with Sekar Kawung & Tenun Auliya, part of Pameran Ranggalawe.
Workshop tenun bersama Sekar Kawung & Tenun Auliya, bagian dari Pameran Ranggalawe.
Instagram ↗
Fashion collection exploring the Batak concept of return — to land, to cloth, to ceremony.
Koleksi mode mengeksplorasi konsep Batak tentang kepulangan — ke tanah, ke kain, ke upacara.

Workshop facilitator at Temu Aksara — batik bridging Batak script practice.
Fasilitator workshop di Temu Aksara — batik menjembatani praktik aksara Batak.
Featured workKarya unggulan
Galeri Kuwakuwi, Yogyakarta · November 2024. An exhibition presenting personal artworks addressing Batak cultural heritage — exploring the intersection of weaving traditions, ancestral memory, and contemporary identity.
Galeri Kuwakuwi, Yogyakarta · November 2024. Pameran karya pribadi yang mengangkat warisan budaya Batak — mengeksplorasi persimpangan tradisi tenun, memori leluhur, dan identitas kontemporer.
As exhibition coordinator and participating artist, Ibeth brought together textile works, manuscript references, and spatial installations that invite visitors to consider what it means to carry culture in cloth.
Sebagai koordinator dan seniman peserta, Ibeth menghadirkan karya tekstil, referensi manuskrip, dan instalasi ruang yang mengajak pengunjung merenungkan makna membawa budaya dalam kain.
Residency · Amsterdam 2025Residensi · Amsterdam 2025
As part of the Pressing Matter residency cohort at Rijksakademie Amsterdam, Ibeth engaged in collaborative research exploring ownership and value of colonial collections — developing artistic responses rooted in Batak heritage.
Sebagai bagian dari kohort residensi Pressing Matter di Rijksakademie Amsterdam, Ibeth terlibat dalam riset kolaboratif mengeksplorasi kepemilikan dan nilai koleksi kolonial.
The residency culminated in a public performance — the ritual of Arus Balik, with live pustaha writing on laklak (tree bark).
Residensi ini diakhiri dengan pertunjukan publik — ritual Arus Balik dengan penulisan pustaha langsung di atas laklak (kulit kayu).
PublicationsPublikasi
Mulak: Batak Fashion as Acts of Return
Essay on the Mulak collection — fashion as cultural homecoming.Esai tentang koleksi Mulak — mode sebagai kepulangan budaya.
Unfinished Past — Exhibition Catalogue
Contributing writer on repatriation of colonial textile archives.Penulis kontributor tentang repatriasi arsip tekstil kolonial.
Pustaha & Pattern: Manuscript as Design Source
Research examining Batak manuscripts as visual design intelligence.Riset manuskrip Batak sebagai kecerdasan desain visual.
Ulos as Living Text: Weaving and Memory
Study of ulos cloth as non-verbal cultural communication.Kajian kain ulos sebagai komunikasi budaya non-verbal.
Lapo Pustaha · Kawan Pustaha
CollectiveKolektif
Kawan Pustaha was founded on 14 June 2022 at Rumah Bausasran, Yogyakarta — bringing together people from different backgrounds to revisit Batak culture through traditional manuscripts known as pustaha. Ibeth has been a member since 2023.
Kawan Pustaha didirikan pada 14 Juni 2022 di Rumah Bausasran, Yogyakarta — mempertemukan beragam latar belakang untuk mendekati kembali kebudayaan Batak melalui pustaha. Ibeth bergabung sebagai anggota sejak 2023.
Meeting almost every Wednesday evening, the collective maintains a living practice of reading, writing, and making meaning through the BATUAKBA class (Baca Tulis Aksara Batak), held in-person and online.
Hampir setiap Rabu malam, kolektif ini menjaga praktik hidup membaca dan menulis melalui kelas BATUAKBA (Baca Tulis Aksara Batak), yang diselenggarakan secara luring maupun daring.
ContactKontak
Open to collaborations, commissions, exhibitions, editorial projects, and conversations about Batak textile heritage. Based in Yogyakarta — available internationally. Terbuka untuk kolaborasi, komisi, pameran, proyek editorial, dan diskusi tentang warisan tekstil Batak. Berbasis di Yogyakarta — tersedia untuk kerja internasional.
Send an EmailKirim Email